Berikut ini akan saya bagikan berbagai jenis pantun, Pantun jenaka, nasehat, agama, dan yang paling populer pantun teka teki. Semua pantun yang ada disini saya kutip dari berbagai sumber, dan juga ada pantun kiriman dari para sahabat saya, semoga dengan adanya laman pantun ini bisa membantu kamu.

jangan kawatir, pantun selalu saya update minimal 2 dalam 1 harinya, selamat membaca.

Gulai ketam sayur nangka
Sedap betul tiada disangka
Lidah menikam empat angka
Tangan memberi tiga angka.

Kalau tuan bawa keladi,
Bawa juga sipucuk rebung,
Kalau tuan bijak bestari,
Apa binatang tandung di hidung.

Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ke tepian
kalau ada angka satu
Jangan pasang sendirian

Minun kopi sambil merokok
Rasanya enak tiada tara
Siapa mimpi ayam berkokok
Pasti ada angka tiganya

Kalo tidur matanya pejam
Pakai selimut hangat rasanya
Setelah lima angkanya enam
Diracik akurat besar jackpotnya

Jalan jalan ke Cianjur
Jangan lupa beli bubur
Kalo kamu mau tidur
Menghayal cewek gede bujur

Pergi ke desa memakai batik,
Berjalan-jalan menyusuri sawah,
Apa angka yang akan naik,
Ketika lima keluarnya

Kelap-kelip kusangka api
Kalau api mana asapnya?
Hilang ghaib disangkakan mati
Kalau mati mana kuburnya?

Kalau tuan bawa keladi,
Bawa juga sipucuk rebung,
Kalau tuan bijak sekali,
Apa binatang tandung di hidung.

Tempat duduknya sangatlah tinggi
Namun ia bernasib malang
Bila angka delapan dibagi
tidak akan keluar ekor semalam

Mencari ikan di tengah kali
Memakai umpan berupa cacing
Badannya sangat luas sekali
Banyak bulunya tidak berdaging

Menanam pohon di taman luas
Taman pun indah berwarna-warni
Ia termasuk binatang buas
Janggutnya lebat dan pemberani

Empat merpati hinggap di dahan
terbang satu tinggalah tiga
mari kita menanam pepohonan
lingkungan indah alam terjaga

Isap rokok tembakau cina
Keluar asap berbunga bunga
Boleh kah datu bertanya
Tiga tambah lima itu berapa ?

Atas gunung ada bukit
Diatas bukit ada langit
Buat kamu yang lagi sakit
Jangan cepat sembuh ayo bangkit

Kakek makan buah kenari
Sambil melihat adik bercanda
Alangkah indahnya alam ini
Jika kita selalu menjaga

Bagai gelombang jiwa di udara
Laksana sinar di pagi hari
Bagaikan rembulan mengarunggi samudra
Seperti peri kehilangan cahaya matahari

Tertekan dia mengambang
Dilepas dia terbang
Kalau tiga masih di ragukan
angka sembilan siap cari kawan

Ujung pena untuk menulis
Pensil warna untuk melukis
Angka genap semakin habis
Ekor ganjil pasti yang manis

Putaranya kencang
Guncangannya kuat
Kalau jackpot bikin tercengang
Karena tarung lima dan empat

Dikebun ada Buah pepaya
Buah pepaya enak rasanya
Sungguh aku Tidak menyangka
Kalau enam ganjil kawannya

Dengar musik sambil ngopi
Biar hati menjadi tenang
Buat kamu yang lagi sendiri
Yuk mari sini kita senang – senang

Hari rabu memetik kelapa
Air kelapa segar rasanya
Jangan ragu memilih angka
Karna menang ada didepan mata

Masak ayam masak tumis
Iris tipis-tipis sampai habis
Malam kamis hujan gerimis
Ganjil habis genap yang laris

Ikan dimasak dalam loyang
Semur jengkol bumbunya buah pala
Goyang goyang pantat bergoyang
Sekali senggol pening kepala

Hari ??? sudahlah datang
Setelah siang menuju petang
Ditunggu tunggu gak juga datang
Sekali datang kok nagih utang.

Jalan-jalan ke Arab
Makan sayur, sayur urab
cewek sekarang tidak bisa diharap
Bodi bohai betis berkurap

Pagi – pagi minum kopi
Ditemani rokok gudang jati
Hati – hati sama belati
Salah bicara kamu bisa mati

Burung pipit terbang ke bukit
sampai di bukit bertelur dua
hati siapa yang tidak sakit
Kalau tebak angka tak kena kena

Pucuk dicita ulampun tiba
Burung dara dipucuk cemara
Cinta kasih ibu sepanjang masa
Cinta kekasih sebanyak harta.

Anak cina mudik keseberang
Mudiknya diwaktu petang
Apa saja bisa dibilang
Kerena lidah tak bertulang

Ada ketupat di bagi delapan
Ketupatnya dari si maya
Selamat ??? untuk kalian
Semoga menang besar dapatnya

Nasi rames, didalam kotak
Batu dipahat, jadinya retak
Saya gemes, kepingin jitak
Kalau melihat, kepala botak

Disana mendung, disini hujan
Hari panas terasa dingin
Sungguh cantik cewek bergaun
Tapi sayang dia punya jakun

Hujan di jawa
Banjir di hongkong
Jangan ketawa
Gigi kamu ompong

Nenek menganyam sambil duduk
Kalau siap bawa ke balai
Melihat ayam memakai tanduk
datang musang meminta damai

Subur tumbuhnya pohon mangga
Buahnya banyak bertali – tali
Ikutlah kata orang tua
Bicara kasar jangan disebut lagi

Pergi kepasar membeli kangkung
Melihat balon terbang tinggi
Angka dua siap mendukung
Untuk menang sekali lagi

Jangan suka makan mentimun
Mintimun itu banyak getahnya
Jangan suka duduk melamun
Melamun itu tiada gunanya

Kaki luka terkena bata
Waktu lari dikejar singa
Jangan suka menanam cinta
Lebih baik menanam bunga

Berapalah tinggi pucuk pisang
Tinggi lagi asap api
Berapalah tinggi gunung sinabung
Tinggi lagi harap kami.

Kalau subang sama subang
Kalau sanggul sama sanggul
Kalau hilang sama hilang
Kalau timbul sama timbul